Oleh: Dodi Faedlulloh
Seorang pemimpin keluarga harus bisa membuat keputusan, walaupun tak
jarang pelik yang mendalam selalu menyajikan dilematika-dilematikanya.
Hal tersebut pun hari-hari ini dirasa oleh seorang lelaki berumur 40
tahunan. Sebut saja namanya Sucipto. Sebagai seorang pria, suami dan
juga ayah, ia harus jeli dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan
kehidupan keluarganya. Biasanya ia bekerja di sebuah perusahaan sebagai street level bureaucracy.
Tak banyak memang yang ia dapatkan dari pekerjaannya tersebut, namun ia
selalu bersyukur dan percaya Tuhan akan selalu memberi yang terbaik
bagi keluarganya.
Skenario hidup agak berbelok. Kehidupan ekonomi yang pas-pasan
memaksa sang istri harus hijrah ke luar negeri. Dan anak-anaknya harus
di tinggal, mau tak mau. Istri Sucipto kini termasuk dari jutaan
penduduk Indonesia yang memilih bekerja di luar negeri. Terpaksa karena
di tanah-airnya sendiri, negara tidak bisa memberikan peluang
kesejahteraan bagi rakyatnya. Lebih-lebih sekarang, negara justru riang
melepas baju tanggung-jawabnya dengan mencabut subsidi BBM.
