Oleh: Dodi Faedlulloh
Teori organisasi dalam teks-teks dari literasi mainstream
selalu menyajikan ihwal kronologi perubahan paradigma dari masa ke masa.
Hal ini sama sekali bukan kesalahan, namun penyampaian yang semata
empiris ini seakan menjelaskan ketotalitasan dan kebakukan pengetahuan
tentang teori organisasi. Sehingga bisa berimbas pada penerimaan begitu
saja (taken for granted) tentang perkembangan teori organisasi namun minus refleksi.
Membicarakan teori organisasi biasanya melekat pada penjelasan
seksama tentang hubungan dialektis antara satu paradigma ke paradigma
baru. Dari teori klasik, neo-klasik, modern sampai pada ketidak-tuntasan
teori organisasi post-modern. Term terkahir ini yang akan penulis coba
bahas dalam paper ini. Menjelaskan teori post-modern dalam teori
organisasi memang memiliki kesulitan tersendiri, dengan ruh dekontruksi
bila tidak teliti, hanya akan mampu membongkar selubung narasi namun
secara inheren berpotensi jatuh pada pemahaman relativisme yang bias.
