Oleh: Dodi Faedlulloh
Pasca runtuhnya Uni Sovyet, demokrasi liberal bersorak girang. Kapitalisme diklaim sebagai sang pemenang dan menjadi jalan utama yang harus dipilih oleh seluruh umat di dunia. Para pengusungnya terus mendoktrin bahwa era kini telah berubah, dan tak ada alternatif lain selain kapitalisme. Dan luar biasanya, hal ini dianggap sebagai doxa atau “kebenaran”.
Adalah Anthony Giddens, seorang teorisi asal Inggris yang menawarkan gagasan untuk bisa melampaui “kebenaran” ini. Baginya hidup bukan soal kapitalisme-sosialisme, selalu ada alternatif atau cara lain untuk menuju kesejahteraan sosial. Dalam karyanya, The Third Way, Giddens menuangkan kritiknya pada sosialisme, yang dianggapnya sudah mati. Namun ia juga memberi kritik pedas kepada kelompok “kanan”, ia mengatakan bahwa program neoliberal pun tak memadai dan kontradiktif. Hal ini yang membuat menarik, gagasannya mencoba untuk lepas dari kebuntuan kiri-kanan.
